by

Pahrian Siregar : Pendiri Madanika Kalbar (Catatan Hermawansyah Wawan)

-Berita-255 views

IKBM MEDIA, Pontianak – Kepergian pakar orangutan Tapanuli dan pegiat kemanusian, Pahrian Siregar banyak menyisakan, ilmu, pengalaman, pengetahuan, kisah dan kenangan yang melekat dibenak sahabat-sahabatnya.

Mengenang sekaligus menghormati beliau, kami IKBM Media menyajikan serial khusus untuk mendiang Almarhum Pahrian Siregar.

Berikut, IKBM Media melampirkan curhatan hati Hermawansyah Wawan, salah satu anak Pontianak yang pernah bersama dalam salah satu program bersama Pahrian Siregar.

 

Catatan HERMAWANSYAH WAWAN

 

Sy mengenal Pahrian kalo tdk salah pada tahun 1999-2000-an. Sahabat kita ini kuliahnya di IPB, sy di Untan. Tentu blm sempat berinteraksi dimasa dunia organisasi kemahasiswaan. Seingat sy beliau 2 tahun diatas sy, ya senior dikitlah.

Tahun 2000-an itu Pahrian bersama teman2nya anak Kalbar alumni Jawa telah eksis mendirikan Madanika, sebuah organ perubahan (NGO) di Kalbar. Smtr sy, baru2 masuk di dunia NGO setelah Gemawan kami dirikan tahun 1999. Dlm bbrp diskusi jaringan yg sy ikuti, sbg ‘anak bawang’ tentu kita hrs banyak mendengar dr para senior. Pahrian adalah salah satu tokoh aktivis NGO yg kritis, cerdas & konstruktif. Dia asyik berdebat dgn siapapun scr terbuka ttg gagasan perubahan. Orangnya fair & tentu saja hangat sbg seorang kawan. Terkadang kita sampai lupa kalo Pahrian sedang memprovokasi forum diskusi. Ini pernah sy rasakan.

Kalo tdk salah pada diskusi jaringan NGO di ktr NRM Project (BLKI). Saat itu sy lupa konteks & topik diskusinya. Yg sy ingat, beliau menyatakan bahwa ‘tidak ada gerakan rakyat di Kalbar’. Faktanya Mhs asyik demo sendiri, NGO juga nggak pernah bawa massa utk aksi. Sbg eksponen 98, tentu kita agak ‘geram’ dgn pernyataan kawan ini. Lalu sy pulang ke markas Gemawan/GMNI di Jl Karangan Untan. Sy cerita dgn kawan2, semua pada terpancing. Kalo gitu, kita buat aksi. Kita kerahkan massa dari Kakap. ‘Kata Isa bersemangat. Lalu Egy kita suruh turun ke Kakap utk mobilisasi massa.

Saat itu, bertepatan dgn Undangan Terbuka Gubernur yg baru dilantik, utk silaturrahmi di rmh dinas. Massa dr Kakap kita bawa masuk ke Rumah Gubernur. Tentu Gubernur saat itu sedang sibuk menjamu para petinggi. Korlap Egy sdh orasi bebas memprovokasi massa. Lalu turunlah mendatangi kami, seorang teman yg sdg masuk di lingkaran Gubernur. Dia mengatakan, ‘wah bagus ini, utk mendorong desakralisasi jabatan Gubernur. Oke, silahkan bawa Pak Gubernur menemui rakyatnya skrg, ‘timpal sy. Akhirnya Gubernur tdk turun menemui massa. Kami pun pulang. Aksi itu hanya test mobilisasi massa.

 

BACA JUGA :

Pahrian Siregar, MR ‘LORD of THE RING’ yang SELALU GELISAH (Catatan Muhlis Suhaeri)

Beberapa waktu kemudian, sy ketemu Pahrian lagi & tinggal ketawa2 aja. Tdk lupa juga beliau mengapresiasi aksi kita itu. Kami pun akhirnya intens ketemu diskusi & sy banyak belajar juga dr beliau. Terutama saat bersama Jaringan LSM Peduli yg terlibat kerja2 kemanusiaan mengurusi pengungsi dampak konflik Sambas. Serta saat awal2 mematangkan KAIL (Konsorsium Anti Ilegal Logging) bersama Mas Darmawan, Bang Hermayani, Pak Tri Budiarto, Happy, alm Janting, dll.

Bbrp waktu kemudian beliau hijrah ke Jakarta/Bogor. Kami sudah jarang ketemu, apalagi diskusi. Paling hanya dpt update perkembangan masing2 dr teman lain. Untunglah Medsos mjd media penyambung silaturrahmi. Kami paling hanya saling menyapa di Medsos. Kadang juga bergurau ttg topik2 tertentu dgn menyebut nama2 kawan yg lain. Baru 3-4 hari lalu rasanya Pahrian menyebut nama sy & Andre WP sbg penguasa bundaran Untan di era 90-an akhir, saat beliau mencermati aksi2 mhs hari ini.

Hingga berita berpulangnya Pahrian 2 hari lalu kita terima bersama dgn rasa terkejut & speechless. Lalu memori kita semua teringat masa2 saat bersama almarhum.

Tentu kita masing2 yg mengenal Pahrian punya cerita sendiri2. Banyak cerita yg dapat dikisahkan, tp itulah sedikit yg berkesan dpt sy sampaikan ttg almarhum kawan kita Pahrian. Beliau telah menorehkan ‘reputasi hidupnya’ hingga menghadap sang pemilik kehidupan. InsyaAllah beliau Husnul Khatimah & keluarga yg ditinggal tetap tabah & ikhlas. Alfatihah.

Sbg refleksi bersama, kita telah kehilangan teman2 berjuang utk membangun Kalbar. Setelah sebelum2nya bbrp teman aktivis Kalbar juga telah mendahului kita. Semoga kita2 yg tertinggal ini dpt meneruskan gagasan & semangat beliau2 utk mewujudkan Kalbar yg lebih baik. *

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed